Archive for August, 2006

18
Aug

mimpi masa kecil

Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk memupuk rasa percaya diri mereka. Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus mengungkapkan cita-cita mereka.

Doddi berdiri dan berkata, "Nama saya Dodi. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya bisa pergi ke Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya",

"Bagus sekali Dodi. Terimakasih. Siapa lagi?", tanya Bu Guru.

Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata, "Nama saya Shanti. Kalau besar nanti, Shanti ingin jadi ibu rumah tangga dan punya anak yang manis."

"Bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa lagi?".

Si Zaenal berdiri dan berkata, "Saya Zaenal, nanti kalau sudah besar saya akan membantu Shanti mencapai cita-citanya…..".

sebenernya cerita ini punya korelasi sama kehidupan gw sendiri.. gw inget banget my 1st love.. namanya Anita Setiawati. sebuah nama yang bener2 ga bisa gw lupain.. kali… Gadis paling pinter, cerdas dan menjanjikan. dulu gw bukan tipe orang yng mudah Ge-eR.. sampe akhirnya kok nih ce mandangin gw mulu tiap hari, semenjak kejadian di "kantin" pas gw salah ngasih uang buat bayar. sejak itu kok hari2 jadi beda.

cita-citanya jadi dokter, dan persis seperti cerita diatas… kok gw juga pengen jadi bagian dari cita-cita dia. gw ngebayangin klo gw bisa nemenin dia PTT di kampung pelosok.. nun jauh disana…. wuih romantis banget kali… hahahaha..

but itu dulu.. sementara cita-cita anita memang kesampaian … klo gw sialnya.. begitu beda kampus.. ternyata dia dah keduluan orang… hahaha.. alias dah merid…ama kakak kelasnya… yah gitu deh hidup…

what a simple dream….It was……

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(sapardi djoko damono)

16
Aug

Kepadamu Negeri ?

Kepadamu Negeri ?

Kepadamu Negeri, aku mengabdi

Kepadamu Surti, aku mengerti

Bahwa bayi yang kau kandung itu nyatanya milik kita, milik cinta kita. Waktu iseng-iseng di bawah pohon kelapa. Tiba-tiba saja dagumu, menyentuh daguku tepat ketika bibirku melahap bibirmu. Dan itupun tepat ketika kau membuka bajuku dan tentu saja akupun tahu apa yang kau mau !

Lalu beginilah sekarang kita, Surti.

Aku mengerti apa maumu, kau memang berpandangan jauh ke depan. Bahwa bayi yang kau kandung ini akan kita sumbangkan untuk negeri ini. Biar besar nanti jadi kuli bagi mereka yang menjadi pemilik negeri. Dan iilah usaha kita memamah biak sumber daya. Yang di peruntuk kepadamu negeri ! 

(lumayan sumbangan untuk 17 agustusan)

13
Aug

ya Rasanya.. aku sudah mulai Butuh bantuanmu

Ya ..Tuhan sesembahanku..

Ya.. Linga tempat segala sesuatunya kembali padamu..

Ya..oknum yang maha tak terperikan dan terdefinisikan….

Ya..Rabbi yang namamu telah menghadirkan segala eksistensi…

Wahai..Cinta yang murka nya tak terbayangkan..

Wahai ..pembuat semesta yang mampu melenyapkannya dalam sekejap mata..

Wahai..maskulin sekaligus feminimitasnya dalam beragam ciptaan..

Wahai..engkau yang aku terlalu getar untuk menyebutnya…

Wahai..maha perkasa sekaligus penyayang….

Aku hanya bocah tolol penghuni semesta ingin menangis…

Wahai..Engkau yang tak bernama namun mewakili segala nama..

Aku rasanya membutuhkan sepercik pelita darimu..

Wahai..Engkau yang menghadirkan Ada dari Ketiadaan..

dengarlah jeritan ini… Aku sudah mulai membutuhkanmu….

Wahai..Engkau tempat segala pemintaan terpanjatkan…

Aku…memohon dengan segenap isak dan tangis dan sesal tak terbayangkan…

meski terasa begitu degil dan naif permohonan hambamu ini..

Ampunilah diriku….luruskanlah niatku, dan perbekalah aku dengan rahmat dan ampunanmu selalu. permudahlah urusanku didunia ini.. dan permudahlah pula urusanku di akhirat kelak…selamatkan aku didunia ini Wahai.. Pencipta semesta dan Selamatkan aku diakhirat kelak… kau yang maha tahu atas jeritanku ini…

Amin..

08
Aug

DOA KHUMAYL

DOA KHUMAYL (ALI BIN ABITALIB)

Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang

Ya Allah aku bermohon padamu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu

Dengan kekuatanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu

Dan yang dengannya merunduk segala sesuatu

Dan yang dengannya merendah segala sesuatu

Dan dengan keagunganMU yang mengalahkan segala sesuatu

Dan dengan kemuliaanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu

Dan dengan kebesaranMU yang memenuhi segala sesuatu

Dan dengan kekuasaanMU yang mengatasi segala sesuatu

Dan dengan wajahMU yang kekal setelah fana segala sesuatu

Dan dengan asmaMU yang memenuhi tonggak segala sesuatu

Dan dengan ilmuMU yang mencakup segala sesuatu

Dan dengan cahaya WajahMU yang menyinari segala sesuatu

Wahai Nur, wahai yang maha suci

Wahai yang awal dari segala awal, dan yang akhir dari segala yang akhir

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat

Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bencana

Ya Allah ampunilah segala dosa yang telah kulakukan

Dan segala kejahatan yang telah kukerjakan

Ya Allah, aku datang menghampiriMU dengan Zikir (kepadaMU)

Kumohon pertolonganMU dengan diriMU

Aku bermohon kepadamu dengan kemurahanMu agar Kau dekatkan daku ke haribaanMU

Sempatkan daku untuk bersyukur kepadaMU

Bimbinglah daku untuk selalu mengingatMU

Ya Allah, aku bermohon kepadaMU dengan permohonan hamba

Yang rendah, hina dan ketakutan

Agar Engkau maafkan daku, sangi saku

Dan jadikan daku rela dan puas akan pemberianMU

Dan dalam segala keadaan tunduk dan patuh (KepadaMu)

Ya Allah , aku memohon kepadamu dengan permohonan orang yang berat keperluannya

Dan ketika kesulitan menyampaikan hajatnya kepadaMU

Yang besar dambaannya untuk meraih apa yang ada disisiMU

Ya Allah, maha besar kekuasaanMU, selalu berlaku kodratMU

Tak mungkin lari dari pemerintahanMU

Ya Allah, tiada kudapat pengampunan bagi dosaku

Tiada penutup bagi kejelekanku

Dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan

Melainkan Engkau, tiada tuhan selain Engkau maha suci Engkau dengan segala pujiMU

Telah aku aniaya diriku

Dan telah benai aku melanggar, karena kebodohanku

Telah kusandarkan diri pada ingatan dan

karuniaMU yang berkekalan atasku

Ya Allah pelindungku, betapa banyak kejelekanku yang Kau tutupi

Betapa banyak malapetaka yang telah kau hindarkan

Betapa banyak rintangan yang telah Kau singkirkan

Betapa banyak bencana yang telah Kau tolakkan

Betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan

Ya Allah, besar sudah bencanaku

Berlebihan sudah kejelekan keadaanku

Rendah benar amal-amalku berat benar belenggu (kemalasan)ku

Angan-angan panjang telah menahan manfaat dariku

Dunia telah memperdayaku dengan tipuannya

Dan diriku (telah terperdaya) karena ulahnya dan karena kelalaianku

Wahai junjunganku, kumohon kepadaMU dengan kemualiaanMU jangan menghijab dariMU doaku

Kejelekan amal dan perangaiku

Jangan Kau ungkap rahasiaku yang tersembunyi yang Kau ketahui

Jangan Kau segerakan siksa atas perbuatanku dalam kesendirianku

Dari jeleknya perbuatanku dan kejahatanku

Dan berkekalannya aku dalam dosa dan kebodohanku

Dan banyaknya nafsu dan kelalaianku

Ya Allah, dengan kemuliaanMU, sayangi aku dalam segala keadaan

Dan kasihi aku dalam segala perkara

Illahi, Rabbi, siapalagi bagiku selain Engkau

Yang kumohon agar melepaskan deritaku

Dan memperhatikan urusanku

Illahi, pelindungku, kau tetapkan hukum atasku

Namun disitu aku ikuti hawa nafsuku

Dan tidak waspada terhadap tipuan musuhku

Maka terkecohlah aku lantaran nafsuku

Dan dengan demikian berlakulah qadha(MU)

Ketika kulanggar sebagian batas yang Kau tetapkan bagiku

Dan kubantah sebagian perintahMU

Namun bagiMU segala puji atas semuanya itu

Tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kau tetapkan bagiku

(demikian pula) atas huku dan UjianMU yang menimpaku

Kini aku datang menghadap kepadaMU, ya illahi, setelah semua kekurangan dan pelanggaranku atas diriku

(sambil) menyampaikan pengakuan dan penyesalan dengan ahti yang hancur luluh

Memohon ampun dan berserah diri dengan rendah hati mengakui segala kenistaan

Tiada kutemui tempat melarikan diri, dari apa yang telah berlaku atasku, dan tiada tempat berlindung

Untuk menghadapkan padanya urusanku

Melainkan pada perkenanMU untuk menerima pengakuan kesalahanku

Dan memasukkan daku ke dalam keluasan kasihMU

Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan)ku ini

Dan kasihanilah beratnya kepedihanku

Dan bebaskan daku dari kekuatan belengguku

Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku

Kelembuatan kulitku dan kerapuhan tulangku

Wahai yang mula-mula menciptakanku, menyebut, dan mendidikku

Memperlakukanku dengan baik dan memberiku kehidupan

Berikanlah aku karuniaMU karena Engkau telah mendahuluiku denga kebaikanMU kepadaku

Ya Illahi, Tuhanku, Pemeliharaku, apakah Engkau akan menyiksaku dengan apiMU setelah aku mengESAkanMU

Setelah hatiku tenggelam dalam makrifatMU

Setelah lidahku bergetar menyebutMU

Setelah jantunku terikat dengan CintaMU

Setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku seraya bersimpuh pada rubbubiyahMU?

Tidak Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang uyang Engkau ayomi

Atau menjauhkan orang-orang yang Engkau dekatkan

Atau menyisihkan orang yang Kau naungi

Atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau cukupi dan sayangi

Aduhai diriku, ya Tuhanku Illahi, Pelindungku

Apakah Engkau akan melemparkan kenerakan wajah wajah yang tunduk rebah karena kebesaranMU

Lidah-lidah yang dengan tulus mebnguscapkan keESAanMU

Dan dengan pujian menyukuri bikmatMU

Kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui uluhiyahMU

Hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau sehingga bergetar ketakutan

Tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdiMU

Dan dengan merendah memohon ampunanMU

Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentangMU

Padahal telah diberitakan kepada kamit tentang keutamaanMU

Wahai pemberi karunia, wahai pemelihara

Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia

Serta kejelekkan yang menimpa penghuninya

Padahal semua bencana dan kejelekkan itu singkat masanya

Sebentar lalunya, pendek usianya

Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat

Dari kejelekan hari akhir yang besar

Bencana yang panjang masanya dan kekal menetapnya

Serta tidak diringankan bagi orang yang menangungnya?

Sebab semuanya terjadi kecuali karena murkaMU

Dan (karena) balasan dan amarahMU

Inilah yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya

Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku (menanggungnya)

Padahal aku hambaMU yang lemah, rendah, hina,

malang

dan papa

Ya illahi, rabbi, tuanku, pelindungku

Urusan apalagi kiranya yang akan aku adukan padaMU

Mestinya aku menangis, menjerit

Karena kepedihan dan beratnya siksaan

Atau karena lamanya cobaan

Sekiranya Engkau siksa aku beserta musuh-musuhMU

Dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencanaMU

Dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaanMU

Oh..seandainya aku, ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemeliharaku

(sekiranya) aku dapat bersabar menanggung siksaMU

mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dariMU

dan seandainya aku dapat bersabar menahan panas apiMU?

Manamungkin aku dapat bersabar tidak melihat kemuliaanMU

Manamungkin aku tinggal dineraka padahal harapanku hanyalah maafMU

Demi kemuliaanMU, wahai Tuanku, Pelindungku

Aku bersumpah dengan tulus

Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara disana

Ditengah penghuninya aku akann menangis

Tanguisan mereka yang menyimpan harapan

Aku akan menjerit, jertitan meereka yang memohon pertolongan

Aku akan merintih, rintihan orang yang kekurangan

Sungguh aku akan menyeruMU dimanakah Engkau wahai pelindung kaum mukminin

Wahai tujuan harapan kaum arifin

Wahai lindungan kaum yang memohon pelindung

Wahai kekasih kalbu para sekalian alam

Wahai tuhan seru sekalian alam

Mahasuci Engkau ya Illahi, dengan segala ujiMU

Akankah Engkau dengar disana suara hamba muslim yang terpenjara karena keingkarannya

Yang merasakan siksa karena kedurhakaannya

Yang terperosok ke dalamnya karena dosa dan nistanya

Ia merintih kepadaMU dengan mendambakan rahmatMU

Ia menyeruMU dengan lidah ahli tauhidMU

Ia bertawassul kepadaMU dengan rubbubiyahMU

Wahai Pelindungku, bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa

Padahal ia berharap pada kebaikanMU yang terdahulu

Manamungkin neraka menyakitinya

Padahal ia mendambakan karunia dan kasihMU

Manamungkin nyalanya membakarnya

Padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat tempatnya

Manamungkin jilatan api mengurungnya padahal Engkau mengetahui kelemahannya

Manamungkin ia jatuh bangun di dalamnya

Padahal Engkau mengetahui ketulusannya

Manamungkin zabaniyyah menghempaskannya

Padahal ia memanggilmu ya Rabbi

Manamungkin ia mengharapkan karunia kebebasan daripadanya

Lalu Engkau meninggalkannya disana

Tidak, tidak demikian itu sangkaku kepadaMU

Dan sungguh telah dikenal dari karuniaMU

Tidak seperti itu perlakuankMu terhadap orang-orang yang bertauhid

Melainkan kebaikan dan karunialah (yang kau berikan)

Dengan yakin aku berani berkata kalaulah bukan karena keputusanMU

Untuk menyiksa orang yang mengingkarimu

Dan putusanMU untuk mengekalkan disana orang-orang yang melawanMU

Tentu Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai

Tidak akan adalagi disitu tempat tinggal dan menetap bagi siapapun

Tetapi maha kudus asmaMU

Engkau telah bersumpah untuk memenuhi nereka dengan orang-orang kafir

Dari golongan jin dan manusia seluruhnya

Engkau akan mengekalkan disana kaum durhaka

Engkau dengan segala kemuliaan pujiMU, Engkau telah berkata setelah menyebut nikmat yang Engkau berikan

Apakah orang mukmin seperti orang kafir, sungguh tidak sama mereka itu

Illahi, Tuanku

Aku memohon kepadaMU dengan kodrat yang telah engkau tentukan

Dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan

Dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang dikenal

Ampunilah bagiku di malam ini, saat ini

Dan Engkau sendiri pengawal dibelakang mereka

Menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka

Dengan rahmatMU Engkau sembunyikan kejelekan itu

Dengan karuniaMU Engkau menutupinya

Dan perbanyaklah bagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan

Atau setiap karunia yang Kau limpahkan

Atau setiap keberuntungan yang Kau sebarkan

Atau setiap rezeki yang Kau curahkan

Atau setiap dosa yang Kau ampunkan

Atau setiap kesalahan yang Kau sembunyikan

Wahai Tuhanku, wahai yang menciptakanku, wahai yang memeliharaku

Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemilik Nyawaku

Wahai zat yang ditangannya ubun-ubunku

Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku

Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku

Wahai Tuhanku, wahai yang menciptakanku, wahai yang memeliharaku

Aku memohon kepadaMU dengan kebenaran dan kesucianMU

Dengan keagungan sifat dan asmaMU

Jadikanlah waktu malam dan siangku dipenuhi dengan zikir kepadaMU

Dihubungkan dengan kebaktian kepadaMU

Diterima amalku disisiMU

Sehingga jadilah amal dan wiridku seluruhnya wirid yang satu

Dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti kepadaMU

Wahai Tuanku, wahai zat yang kepadaNya aku percayakan diriku

Yang kepadaNya aku adukan keadaanku

Wahai Tuhanku, wahai yang Menciptakanku, wahai yang Memeliharaku

Kokohkan anggota badanku untuk berbakti kepadaMU

Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku

Karunikanlah kepadaku kesungguhan untuk bertakwa kepadaMU

Kebiasaan untuk meneruskan bakti kepadaMU

Sehingga aku bergegas menujuMU bersama pendahulu

Dan berlarian ke arahMU bersama orang-orang yang terkemuka

Merindukan dekat kepadaMU bersama orang-orang yang merindukanMU

Jadikah daku dekat kepadaMU, dekatnya orang-orang yang ikhlas

Dan takut kepadaMU, takutnya orang-orang yang yakin

Sekarang aku berkumpul di hadiratMU bersama kaum mukminin

Ya Allah siapa saja yang bermaksud buruk kepadaku, tahanlah dia

Siapa saja yang memperdayakanku, gagalkanlah dia

Jadikan aku hambaMU yang paling baik nasibnya disisiMU

Yang paling dekat kedudukannya denganMU

Yang paling istimewa tempatnya di dekatMU

Sungguh semua ini tidak akan tercapai kecuali dengan karuniaMU

Limpahkan padaku kemurahanMU

Jaga diriu dengan rahmatMU

Gerakkan lidahku untuk selalu berzikir pada MU

Penuhi Hatiku supaya selalu mencintaiMu

Berikan yang terbaik dari IjabahMu

Hapuskan bekas kejatuhanku

Ampunilah ketergelinciranku

Sungguh Engkau telah mewajibkan hamba-hambaMU beribadah kepada MU

Eangkau perintahkan mereka untuk berdoa kepadaMU

Engkau jaminkan kepada mereka Ijabahmu

Karena itu kepadaMU ya Rabi aku hadapkan wajahku

Kepadamu ya Rabi aku ulurkan tanganku

Demi kebesaranMu perkenankan doaku

Sampaikan daku pada cita-citaku

Jangan putuskan harapanku atas karuniaMu

Lindungi aku dari kejahatan Jin dan manusia musuh-mushku

Wahai yang maha cepat ridhanya

Ampunilah orang yang tidak memiliki apapun kecuali doa

Sungguh Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki

Wahai yang asmanya adalah penawar dan yang mengingatnya adalah penyembuh dan yang ketaatan kepadanya adalah kekayaan

Sayangi orang yang modalnya harapan

Dan senjatanya hanya Tangisan

Wahai Penabur karunia

Wahai Penolak Bencana

Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan

Wahai Yang maha tahu tanpa diberitahu

Salawat atas muhammad dan Keluarganya

Lakukan padaku apa yang layak bagimu

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada rasulnya serta para imam yang mulia dari keluarganya dan sampaikan sebanyak-banyaknya salam kepada mereka

08
Aug

TUHAN dan SURGA

Pasti ada alasan mengapa orang sunda, orang papua, orang  jawa, dan kalimantan, atau orang cina, orang maluku masuk surga. Tentu Tuhan tidak akan pernah bermaksud menjadi Tuhan untuk suatu kaum atau umat belaka. Hanya manusia saja yang menganggap dia akan masuk surga hanya lantaran satu keyakinan. Entahlah manusia bisa saja sangat chauvinis untuk sekedar memperlihatkan bahwa mereka mengimani yang dekat dengan kemukjizatannya. Sementara dia tidak pernah berfikir bagaimana hal yang sama juga beroperasi di dibelahan dunia yang tidak dilihatnya. Atau kemukjizatan juga terjadi dan beroperasi pada temannya yang kebetulan tidak seiman dengannya. Atau bagaimana Tuhan beroperasi pada lintasan yang tidak terjamah benaknya sama sekali.

Lalu apa arti iman itu sendiri mungkin kita terlampau egois melihat iman sekedar keyakinan. Meski itu merupakan sebuah candu yang mungkin sangat memabukan. Kita bahkan bernai membunuh demi keyakinan kita sendiri. Atau orang lain atau umat yang lain adalah musuh abadi yang mesti dibasmi, sekedar membenarkan keyakinan.

Kita mungkin heran mengapa keyakinan menjadi sebuah paradoks yang tidak ada habis-habisnya. Tatkala keyakinan nyatanya memang seringkali membelenggu dan bukan membebaskan kita, keyakinan kadang membatasi ketimbang memperluas kecintaan kita pada semesta. Bahkan suatu bangsa mungkin akan menjadi sebuah bangsa pembunuh yang sangat beringas untuk mengingatkan pada kita untuk tidak saling membunuh, betapa menyakitkannya pelajaran dari paradoks-paradoks keyakinan.

Mungkin kita tak perlu untuk mempercayai suatu kepercayaan (religiusless) untuk tidak berbuat keji terhadap sesama.

Mana mungkin Tuhan hanya milik orang cina, bahwa Tuhan hanya menciptakan dan patut disembah orang cina. Atau Tuhan yang beradab adalah Tuhannya orang barat yang dengan “kasihnya” Tuhan telah bekerja untuk membuat dirinya, sukunya, kerabatnya, dan kaumnya menjadi lebih dari pada yang lainnya. Dasarnya apa? Sehingga ketika Robinson Crusoe bertemu dengan sahabatnya yang berkulit hitam legam asli keturunan Negroid yang bertempat di polinesia (papua) langsung saja citra “bukan Tuhan” atau “anti Tuhan” menjadi sebuah kognisi yang menggelikan ketika dia membandingkan Tuhannya yang berkulit putih (*mirip dengan dirinya”) adalah Tuhan terbaik. Sedangkan Tuhan si Hitam legam tersebut tentu saja sangat miris dan kumulatif.

Padangan ini tentu saja sangat sempit, tapi ya…hhh itulah terkadang kita juga hidup dengan kesempitan-kesempitan pandangan-pangangan yang terlalu lugu untuk dikemukakan terkadang menjadi sesuatu yang teramat cerdas untuk dipikirkan secara mendalam.

Kita sibuk mendalami perbedaan namun, enggan melihat cakrawala yang paling memungkinkan kita diciptakan berbeda-beda. Mungkin memang ada sekat budaya, garis keturunan, dan sebagainya namun itu tak pernah menghentikan sebuah rasa empati dari nurani masing-masing bahwa ketika kita memiliki cc otak manusia yang rata-rata volumenya sama, baik orang Negroid kah atau kaukasiankah, arabkah, atau austranegsiakah, atau asiakah. Namun pernahkah terpikir bahwa kita berasal dari sebuah softeware dan hardware yang sama…bahkan nyaris sama..

Bahwa semua manusia didunia ini memiliki keunikan dari susunan kimiawi DNA-nya.. ataupun susunan tulang-belulang belakang dan seluruh organnya, kita semua memiliki jantung, kita semua memiliki, ginjal dan berbagi hal yang pada intinya adalah sama. Dan perasaan persamaan ini tentu lebih atas kesadaran yang murni bahwa kita memang warga negara semesta. Tinggal dan bertengger di belantaranya. Sudah saatnya kita sadar bahwa kita adalah sama.

Apa yang membedakan ”kita” disini. Untuk mendapatkan tiket… sekedar bentuk keyakinan yang sektariankah?? Atau kebajikan yang bernilai universal??? Dan bagaimana menjawab Tuhan yang menciptakan surga yang juga sama universalnya. Sehingga kebajikan pantaslah sebagai kebajikan dan bukan sekedar kebaikan subyektif.

Kebajikan universal tentu saja membuat kita tak memiliki musuh selain diri kita sendiri dan hawa nafsu yang memang sudah ”dipasang” dari awal. Untuk apa…tentu saja untuk membedakan orang yang bisa menangkap dengan jiwa yang jernih dan pikiran yang terbuka.

dany

03
Aug

Indonesia memang surga bagi para perokok

yaa…seperti juga kata puisi Taufik Ismail Berikut ini…

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula
merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al
hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

wah .. sebuah puisi liris. alegoris yang mantab.. tenan.. semoga kita semua tersadar untuk segera membuang puntungnya.. eeeiiittt!!!.. awasss!!!.. ati2 jangan buang di tempat sembarangan apalagi di Pom bensin. bisa2 kita malah jadi ga sadar diri lagi…… oke

03
Aug

Ia Yang Jiwanya Telah Engkau Pilih

Ia Yang Jiwanya Telah Engkau Pilih

Diantara kesaksian firdaus, ditebaran bentang jalan kosmogonik

Tuhan Sepertinya sengaja menggagendakan ; untuk membiarkan Adam dan Hawa mendapati pohon yang “terlarang”  itu, lalu kedurhakaan mereka memang diperuntuk  bagi mereka untuk bertransformasi ke bumi. Transformasi yang lantas memberi arti bagi peradaban

Lalu surgapun mengkoreksi dari status quo. Kearah surga dinamis, surga primordial, dan surga esensial. Darisanalah akan bertahta mereka yang terpilih mereka yang diciptakan melalui dua tangan-Nya, sebab segala jalan adalah keberkahan. Baiklah engkau berada dikanan maupun dikiri, baik mereka yang tercipta sebagai Malaikat dan adapun juga mereka yang diciptakan Tuhan sebagai Iblis. sebab keduanya mendefinisikan Ke-Maha Adaan (Omni Present) dan ke-Maha Beradaan (Omni Represent). Seperti juga Tuhan menciptakan materi dan kembarannya. Anti materi.

dan aku adalah manifestasi dari sang Illahi

Bukan sekedar penciptaan ; sebab segala hal tertentu sebuah kemaha termanifestasi. Dosa memanifestasikan Maha Pengampun karena tanpa dosa mana mungkin Tuhan Menjadi Maha Pengampun begitupula Surga, memanifestasikan Maha Pemberi, dan sumber segala sumber. Bayangkan satu komponen saja tidak ada, ruang bukanlah ruang. “Keadaan”..sebuah keberadaan (eksistensi) adalah ruang kontrivugal sekaligus sentrapetal.

Pernahkah terpikir oleh kita sebuah kesadaran akan adanya

ADA

. Lalu tentang eksist, lalu tentang hidup. Apakah yang mula2 membangun kontruksi ruang "

Ada"

. Pernahkah dari kita ada yang berpikir. Dmanakah “kita”? jika kita tidak hidup.

Ada

dmana kah “kita”?? Lalu kekuatan apakah yang menentukan kita hidup atau tidah hidup??? Dan apakah

Ada

itu memang ada? Atau jangan2 ruang terbalik kongruen dari tiada yang sebenarnya sangat Ada. seperti juga kata Budha ; yang ada itu sebenernya tiada dan yang tiada sebenarnya sangat ada. Siapa yang menciptakan

Ada

? Tuhankah ??.. dan……. Siapalah yang menciptakan Tuhan… Tuhan-nya Tuhan kah.. lalu siapa yang sebenarnya Tuhannya Tuhan itu..???

Aku hanya seorang lelaki kecil dalam suatu kurun masa

****

Tanpa kosmos, “Tuhan”  bukanlah Tuhan, sebab keilahian didefinisikan setepatnya pengertian kosmos. Tanpa Wanita, pria bukanlah pria. Sebab pria didefinisikan oleh wanita. Inilah suatu misteri kekuatan wanita. (Ibn “Al Arabi)

Lalu Tuhan memisahkan darinya seorang dalam bentuknya yang dinamakan Wanita. Wanita itu menjadi terwujud dalam bentuknya , maka dia merindukan wanita itu. Sebagaimana sesuatu merindukan dirinya sendiri, dan wanita itu merindukannya sebagaimana sesuatu merindukan tempat asalnya, maka kaum wanita dibuat memikat baginya (laki-laki) sebab Tuhan mencintai seseorang yang dia ciptakan sesuai dengan citranya sendiri dan yang dihadapannya dia. (Tao Of Islam-Sachiko Murata—254)

Sebetulnya ingin Kukatakan padamu

Bahwa cintamu Indah. Tapi cinta memang bukan satu-satunya jalan kebahagiaan (hidup) Meski begitu, percayalah. Tanpanya, hidup tak banyak memberi makna, meskipun kau dapati segalanya berlimpah.